Saat membicarakan biodigester biasanya akan terlintas gambaran sebuah bangunan permanen yang biaya pembuatannya mahal, tidak efektif dan tidak terawat (mangkrak).Terlebih jika instalasi tersebut merupakan proyek bantuan yang anggarannya disunat di sana sini. Kondisi inilah yang menyebabkan biodigester kurang diterima dan tidak berkembang di masyarakat.
Untuk mendobrak situasi tersebut kami perlu meluruskan konsep mengenai teknologi biodigester. Biodigester pada prinsipnya adalah sebuah wadah untuk terjadinya reaksi-reaksi peruraian bahan-bahan organik menjadi senyawa-senyawa sederhana. Secara pisik produk akhir biodigester berupa gas, cairan dan endapan padat. Orang berfikir biodigester terutama untuk menghasilkan biogas dan menghasilkan limbah cair dan padatan yang bisa digunakan sebagai pupuk organik.
Kita harus merubah pola pikir tersebut.Kita harus memproses produk cair dan padatan menjadi pupuk bermutu dan bernilai ekonomis tinggi. Biogas yang dihasilkan jelas merupakan produk bernilai ekonomis dan kita butuhkan setiap saat. Dengan pendekatan ini jelas semua produknya ditangani dengan baik dan tidak ada limbah yang terbuang.
Dapat kita simpulkan bahwa teknologi biodigester sangat bermanfaat untuk;
1. Menghasilkan pupuk yang bermutu dan bernilai ekonomis tinggi.
2, Menghasulkan biogas untiuk memenuhi kebutan energu sehari-hari.
3. Meningkatkan sanitasi dan kualitas lingkungan.
Posisi strategis teknologi biodigester dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Agar biodigester lebih memasyarakat, perlu disosialisasikan teknologi biodigester yang dapat diterapkan dalam lingkup keluarga, komunal maupun industri. Berikut akan kami sampaikan beberapa disain biodigester dari yang sangat sederhana hingga skala industri,
P4S NATURA MULTI FARM (NMF)
Entri Populer
-
Nama P4S : NATURA MULTI FARM (NMF) Kedudukan : Jl Raya Wates-Purworejo Km.12 Palihan, Temon, Kulon Progo, ...
-
Saat membicarakan biodigester biasanya akan terlintas gambaran sebuah bangunan permanen yang biaya pembuatannya mahal, tidak efektif dan tid...
-
APA ITU P4S? Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah: lembaga pendidikan di bidang pertanian dan perdesaan yang ...
Kamis, 04 Juni 2015
Rabu, 03 Juni 2015
PROFIL P4S NATURA MULTI FARM (NMF)
Nama
P4S :
NATURA MULTI FARM
(NMF)
Kedudukan :
Jl Raya
Wates-Purworejo Km.12 Palihan, Temon, Kulon Progo,
Yogyakarta -55654
HP. :
0812 9288700
Email :
rapihjuwito@yahoo.co.id
Web
Blog :
http://p4s-naturamultifarm.blogspot.com
TAHUN BERDIRI
28 Juli 2010
28 Juli 2010
STRUKTUR ORGANISASI
Ketua/ Pembina : Rapih Juwito
Sekretaris : Susanti
Bendahara : Maryanto
Bid. Pelatihan &
Permagangan :
Suparjo
Bid. Humas &
Promosi :
Tri Laksono, Emanuel Hardono
Bid. Akomodasi &
Konsumsi : Wasiban, Titin S.
Bid. Logistik &
Peralatan :
Suwarno, Suyatijo
KEGIATAN
• Pelatihan
• Permagangan
• Konsultasi
kelompok tani
JENIS PELATIHAN
·
Pengembangan Probiotik untuk Peternakan, Perikanan dan Pertanian
·
Pengembangan Biodigester untuk Memproduksi Pupuk & Biogas
·
Peternakan Sapi, Kambing & Domba
·
Perikanan Darat Lele, Gurameh, Nila & Udang Vaname
LUAS AREAL PELATIHAN
·
Peternakan : 1.000
m2
·
Perikanan :
1.000
m2
·
Tambak Udang : 2.000 m2
·
Pekarangan : 500 m2
·
Ruang
Teori : 40
m2
·
Ruang Praktek : 50 m2
SARANA & PERALATAN PELATIHAN
· Meja
& kursi belajar 15
bh
· Proyektor
&
Layar 0
bh
· Papan
tulis 1
bh
· Cangkul 6
bh
· Gembor 3
bh
· Spay 3
bh
· Garuk 1
bh
· Cikrak 3
bh
· Ember 2
bh
· Kendaraan
roda 3 1
buah
· Kendaraan
motor Honda 1 buah
· Perpustakaan
Buku Pertanian, Motivasi, Kewirausahaan 100 buku
· Penginapan 4 rumah anggota
INSTRUKTUR
· Rapih Juwito
bidang Peternakan Sapi,
Probiotik, Pupuk Organik, Biodigester
· Suparjo, Maryanto, Wasiban, Tri Laksono bidang Peternakan
Kambing & Domba
· Emanuel Hardono bidang Perikanan
· Tasikem, Titin S,
Susanti bidang Pengolahan Hasil Pertanian
MITRA KERJASAMA
· Kelompok Tani Natura Omega-3
· Pokdakan Trunojoyo
· Pokdakan Palihan
· Pokdarwis Laguna Glagah
· Dinas Pertanian & Kelautan Kab. Kulon Progo
· KP4K Kab. Kulon Progo
· BP3K Temon
· BPTP Jogjakarta
MENGENAL P4S
APA ITU P4S?
Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah: lembaga
pendidikan di bidang pertanian dan perdesaan yang dimiliki dan dikelola oleh
petani-nelayan baik secara perorangan maupun berkelompok dan bukan merupakan
instansi pemerintah.
APA TUJUAN P4S?
Tujuan Umum
Terselenggaranya
program pelatihan bagi para petani-nelayan di bidang pertanian, perindustrian
dan usaha perdesaan lainnya secara teratur dan berkesinambungan.
Tujuan Khusus
a) Berkembangnya swadaya
petani-nelayan dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan wawasan berusaha
sesama petani-nelayan.
b) Meningkatkan
ketrampilan dan kecakapan petani-nelayan pemagang serta keyakinanya terhadap
usaha tani sebagai pekerjaan atau sumber mata pencaharian.
c) Tumbuhnya kreativitas,
sikap kritis, rasa percaya diri, dan jiwa kewirausahaan petani-nelayan
pemagang.
d) Meningkatkan
ketrampilan, kecakapan dan rasa percaya diri petani-nelayan pemagang maupun
petani-nelayan pengajar.
e) Tumbuh dan
berkembangnya hubungan sosial dan interaksi positif antara sesama
petani-nelayan.
APA PRINSIP-PRINSIP P4S?
Prinsip-prinsip
P4S mempunyai azas dan ciri sebagai berikut:
1. Azas-azas P4S adalah
demokrasi, swadaya, pengembangan usaha, dan keterpaduan.
2. Ciri-ciri P4S adalah
dikelola secara swadana oleh petani-nelayan yang usaha taninya maju, terletak
di lingkungan usaha tani milik pengelola dan dilaksanakan dengan prinsip
permagangan, serta mendapat dukungan pemerintah daerah setempat.
BAGAIMANA ORGANISASI DAN MANAJEMEN P4S?
Organisasi
P4S adalah sederhana dan dikembangkan sesuai kebutuhan. Keseluruhan manajemen
P4S harus mampu mengakomodasi bentuk pelatihan yang bersifat permagangan yang
menekankan pada keakraban dan kekeluargaan antara peserta pelatihan dan
pengajar/ induk semang. Sebagai lembaga swadaya masyarakat P4S dapat bernaung
di bawah badan hukum yang berbentuk Yayasan atau Koperasi.
SIAPA SAJA PESERTA DIDIK P4S?
Peserta
didik P4S adalah petani-nelayan khususnya pemuda tani-nelayan/
tarunatani-nelayan dan anggota masyarakat lain yang berminat mengembangkan
usaha di bidang pertanian maupun non-pertanian. Peserta yang dilatih dapat
perorangan ataupun berkelompok.
Pelatih
pada P4S pada dasarnya adalah para petani-nelayan pengelola P4S, yang dapat
dibantu oleh para kontaktani-nelayan sekitar, guru, widyaiswara serta penyuluh
pertanian setempat dan tenaga lain yang dianggap perlu.
SARANA PRASARANA YANG HARUS DIMILIKI PENGELOLA P4S
P4S
seyogyanya memiliki sarana prasarana minimum sebagai berikut:
a) Tersedianya
lahan/obyek usahatani dan non-usahatani yang dapat dipakai untuk praktek.
b) Tersedianya tempat
menginap bagi peserta, baik di rumah petani pengelola maupun tempat lain di
sekitarnya.
c) Tersedia ruangan untuk
berkumpul dan belajar.
d) Adanya rencana
kegiatan belajar tertulis.
BAGAIMANA PEMBIAYAANNYA?
Biaya
penyelenggaraan P4S pada dasarnya swadana yang besarnya ditetapkan berdasarkan
kesepakatan bersama antara pengelolaan dan peserta. Tidak tertutup kemungkinan
mendapat bantuan dari pihak ketiga sebagai sponsor. Bila perlu pengelola P4S
dapat memberikan imbalan atau bentuk kompensasi lain kepada peserta.
BAGAIMANA PENGELOLAAN BELAJAR PADA P4S?
Dalam
menyelenggarakan P4S, perlu dibuat:
Rancangan pelatihan
Merupakan
kombinasi antara �ikut belajar sambil bekerja� dengan pembekalan
pengetahuan/ketrampilan secara terstruktur, berupa bimbingan teori atau
praktek, baik di ruangan kelas, laboratorium/ workshop maupun lapangan.
Rancangan pelatihan sebaiknya disusun sesuai dengan musim dan jenis usahatani.
Kurikulum dan Materi
Kurikulum
dan materi harus disusun seluwes mungkin disesuaikan dengan permintaan peserta
didik, serta kemampuan yang dimiliki oleh penyelenggara pelatihan. Dalam
menyusun kurikulum dan materi pelatihan, penyelenggara dapat bekerjasama dengan
Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP), Balai Informasi dan Penyuluhan
Pertanian (BIPP), Balai Latihan Industri dan Instansi lain yang terkait.
Metode Pelatihan
Metode
belajar diutamakan yang memungkinkan peserta didik berpartisipasi aktif, dan
menekankan kepada praktek, yang didasarkan atas pengalaman para pengelola.
Pelajaran diberikan dalam bentuk kerja nyata sesuai dengan realitas di lapangan,
sedangkan teori dalam bentuk kuliah/belajar di kelas hanya diberikan bila perlu
saja.
Sistem Penilaian dan Akreditasi
Setiap
pengelola P4S seyogyanya melaksanakan penilaian terhadap peserta didik melalui
ujian/ evaluasi akhir pelatihan, dan bagi yang lulus diberikan sertifikat.
EVALUASI DAN BIMBINGAN LANJUTAN
Bimbingan
lanjutan oleh pengelola P4S kepada mantan peserta magang dilaksanakan dengan
jalan menjalin ikatan kerjasama dalam upaya menyebarluaskan teknologi,
informasi pasar dan pemasaran hasil usahatani/ non-usahatani serta memberikan
bimbingan dan sekaligus membantu memecahkan masalah yang dihadapi alumni
peserta magang.
Di
samping itu, perlu dilakukan evaluasi penyelenggaraan dan evaluasi hasil
permagangan secara bersama oleh pemagang, pengelola dan pengajar.
Langganan:
Postingan (Atom)