Entri Populer

Kamis, 04 Juni 2015

PENGEMBANGAN BIODIGESTER UNTUK PRODUKSI PUPUK DAN BIOGAS

Saat membicarakan biodigester biasanya akan terlintas gambaran sebuah bangunan permanen yang biaya pembuatannya mahal, tidak efektif dan tidak terawat (mangkrak).Terlebih jika instalasi tersebut merupakan proyek bantuan yang anggarannya  disunat di sana sini. Kondisi inilah yang menyebabkan biodigester kurang diterima dan tidak berkembang di masyarakat.

Untuk mendobrak situasi tersebut kami perlu meluruskan konsep mengenai teknologi biodigester. Biodigester pada prinsipnya adalah sebuah wadah untuk terjadinya reaksi-reaksi peruraian bahan-bahan organik menjadi senyawa-senyawa sederhana. Secara pisik produk akhir biodigester berupa gas, cairan dan endapan padat. Orang berfikir biodigester terutama untuk menghasilkan biogas dan menghasilkan limbah cair dan padatan yang bisa digunakan sebagai pupuk organik.
Kita harus merubah pola pikir tersebut.Kita harus memproses produk cair dan padatan menjadi pupuk bermutu dan bernilai ekonomis tinggi. Biogas yang dihasilkan jelas merupakan produk bernilai ekonomis dan kita butuhkan setiap saat. Dengan pendekatan ini jelas semua produknya ditangani dengan baik dan tidak ada limbah yang terbuang.

Dapat kita simpulkan bahwa teknologi biodigester sangat bermanfaat untuk;
1. Menghasilkan pupuk yang bermutu dan bernilai ekonomis tinggi.
2, Menghasulkan biogas untiuk memenuhi kebutan energu sehari-hari.
3. Meningkatkan sanitasi dan kualitas lingkungan.
Posisi strategis teknologi biodigester dapat diilustrasikan sebagai berikut:


Agar biodigester lebih memasyarakat, perlu disosialisasikan teknologi biodigester yang dapat diterapkan dalam lingkup keluarga, komunal maupun industri. Berikut akan kami sampaikan beberapa disain biodigester dari yang sangat sederhana hingga skala industri,






Tidak ada komentar:

Posting Komentar